Rasa di Pagi Hari
Memang tidak mudah menangani sebuah pelik, tentunya membutuhkan ketenangan jiwa yang menembus batasan langit dan bumi, menembus awan-awan, menembus galaxy, kontak langsung dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kali ini, diriku terserang ribuan rasa bersalah, rasa itu bak menggerogoti tiap senti semangatku dipagi hari ini. Aku tak ingin rasa ini semakin menyebar oleh karena itu akan aku potong dengan tulisan-tulisan ini, rasa bersalah kepada Allah dan orang-orang yang menyayangiku. Namun aku tak ingin mengumbar sesuatu yang saat ini menjadi rahasia diri.
Memang beginilah jika hati sedang gungahgulana, tulisan pun tak terarah, mungkin pada postingan setelah ini insya Allah aku ingin membuat sebuah novel yang mengisahakan perjalanan seorang anak manusia yang dengan segala keterbatasanya memperjuangkan prinsip-prinsipnya demi membahagiakan ibunya yang kini cukup renta dengan hidup disebuah pedesaan dikaki gunung slamet yang tak lagi memiliki keluargai selain dirinya dan satu orang anaknya itu.
Dan anak itu pun harus meninggalkan sang ibu demi memperoleh pendidikan yang layak untuk memfasilitasi kejeniusannya.
Bismillahirrahmaanirrahim……
Mohon do’akan yah semoga lancar…..

Orang gak jelas tapi selalu membara akan keingintahuan akan ilmu-ilmu Allah, semoga Aku bisa selalu Istiqomah.