Ritual Tiban, Tradisi Khas Kediri yang Masih Lestari

Kediri dikenal sebagai salah satu daerah yang multikultur. Banyak upacara tradisional masih dipertahankan hingga sekarang, seperti larung sesaji Gunung Kelud atau ritual satu Sura. Namun, ada satu lagi ritual unik dari Kediri yang perlu Anda ketahui. Ritual Tiban, namanya. Ingin lebih mengenal tradisi ini? Berikut ulasannya. Jangan lupa booking hotel di Kediri.

Tentang Ritual Tiban

Ritual Tiban adalah sebuah tradisi yang masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat Kediri dan beberapa daerah di Jawa Timur. Kata tiban memiliki makna ‘jatuh’ dan dikaitkan pada tujuan awal dari ritual ini, yaitu meminta turunnya hujan pada Yang Maha Kuasa. Biasanya Ritual Tiban diadakan pada musim kemarau panjang.

(sumber : kabare.id)

Dalam perkembangannya, ritual ini berubah menjadi sebuah kesenian rakyat. Tujuan Ritual Tiban tidak lagi hanya untuk meminta hujan, tetapi beralih fungsi menjadi hiburan sekaligus pelestarian tradisi. Pemerintah Kediri bahkan menentukan penyelenggaraan Ritual Tiban setiap setahun sekali, tepatnya pada satu Sura.

Sejarah Ritual Tiban

Menurut kepercayaan, ritual ini muncul karena Raja Kediri saat itu—Kertajaya—menyalahgunakan kekuasaannya. Ia menganggap dirinya adalah seorang dewa dan menginginkan agar rakyatnya juga berpikir sama. Kemudian, pemikiran tersebut dipercaya membawa kutukan dan membuat wilayah Kerajaan Kediri mengalami kekeringan parah.

Di saat itulah, rakyat berusaha keras menghentikan kemarau panjang tersebut. Setelah bermusyawarah dengan para pinisepuh, mereka membawa pecut atau seikat padi sebagai syarat upacara adat.

Selanjutnya, demi mendapatkan pengampunan dari Yang Maha Kuasa, mereka menyiksa diri dengan melemparkan cambuk ke tubuh di bawah terik matahari. Tak lama, hujan tiban pun turun. Hujan tiban merupakan istilah untuk hujan yang turun tidak pada musimnya.

Peserta dan Perlengkapan Ritual Tiban

Peserta tradisi unik Kediri ini merupakan kaum laki-laki berusia 20-40 tahun. Para lelaki dewasa ini hanya boleh mengenakan celana atau bawahan hitam komprang dan membiarkan tubuh bagian atas tanpa busana. Biasanya, celana akan dilapisi dengan kain batik. Sementara itu, bagian kepala akan dibalut udeng atau ikat kepala.

(sumber: busurnews.com)

Nantinya, para peserta akan memilih pecut (cambuk) yang telah disiapkan sebagai perlengkapan ritual. Pecut ini terbuat dari lidi pohon aren yang diikat sedemikian rupa.

Untuk memimpin jalannya ritual dengan jumlah peserta yang tidak pasti, akan ada seorang wasit—disebut juga landang. Wasit ini akan ditemani dua orang landang lainnya untuk memastikan kesenian berjalan lancar.

Selain itu, ada para penabuh gamelan yang akan mengiringi Ritual Tiban. Gamelan yang digunakan berupa thongthongan, gambang laras, dan kendang.

Tata Cara Ritual Tiban

Dalam Ritual Tiban, para peserta akan dibagi menjadi dua kelompok. Wakil masing-masing kelompok nantinya akan menari berpasangan di tengah arena atau gelanggang yang tersedia. Biasanya arena ini dibuat di atas panggung atau alun-alun, tidak lagi di sawah seperti ritual aslinya.

Selanjutnya, dipimpin oleh landang, kedua peserta akan menari sembari bergantian melecutkan cambuk ke tubuh lawan. Selama ritual ini, gamelan akan dibunyikan sebagai pengiring untuk memeriahkan suasana. Para peserta tidak diperkenankan untuk mencambuk bagian kepala atau pusar ke bawah. Jumlah cambukannya pun dibatasi, tergantung kondisi fisik dan tingkatan senior-junior.

Cambukan pecut biasanya akan meninggalkan luka, bahkan sampai berdarah. Namun, dalam Ritual Tiban, tidak ada unsur sengaja atau penuh amarah dilibatkan. Tradisi ini merupakan kesenian murni yang dilakukan penuh kegembiraan, sehingga pada akhirnya, tidak ada dendam yang tersisa meskipun peserta seolah menyakiti satu sama lain.

Itulah ulasan tentang Ritual Tiban yang cukup terkenal di Kediri dan masih eksis hingga saat ini. Tertarik untuk melihat atau ikut serta dalam ritual unik ini?

Rencanakan liburan Anda ke Kediri bersama Airy. Lewat situs atau aplikasi Airy, Anda bisa menemukan hotel di Kediri dengan lebih cepat. Booking hotel online lebih mudah, transaksi aman, harga terjangkau, dan fasilitasnya memadai. Kurang apa lagi?

Selamat menikmati liburan.