November 13th, 2009
Emang siapa sih Gue ?@#$%^&*(+=!
CEO TBG Herman Setya Budi dalam keterangan resmi mereka, Jumat (13/11/2009) mengklaim, solusi yang mereka tawarkan dapat mereduksi biaya energi BTS hingga 54 persen.
“Sebagai provider tower BTS terkemuka di Indonesia, kami sangat menyadari kendala-kendala yang dihadapi oleh para operator telekomunikasi akan kebutuhan listrik,” kata Herman.
Adapun konsep manajemen energi yang diterapkan TBG adalah sistem pengaturan daya atau controller dan pendinginan atau cooling secara intensif sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan daya listrik yang dibangkitkan. Selain hemat energi, konsep ini juga menjadikan sistem pembangkit energi BTS yang ramah lingkungan.
Mendapatkan pasokan listrik dengan daya dan stabilitas yang memadai menjadi tantangan utama bagi para operator telekomunikasi dalam mengembangkan jaringan BTS.
Disisi lain, operator telekomunikasi juga dituntut untuk terus mengatur pembiayaan yang lebih efektif pada setiap titik operasional yang tersebar di seluruh wilayah layanannya.
Herman menyebutkan, penggunaan genset konvensional selama 24 jam sehari yang umum digunakan saat ini tidak memebuhi efisiensi yang diharapkan.
Dengan inovasi teknologi yang mereka tawarkan, TBG optimis operator telekomunikasi di Indonesia bisa tumbuh secara lebih sehat dan efisien
Herdoni Wahyono
Operator Telekomunikasi memang harus melakukan langkah efisiensi dalam pengelolaan Base Tranceiver Station (BTS). Pemanfaatan energi harus sesuai dengan yang dibutuhkan melalui penerapan sistem pengaturan daya dan pendinginan secara intensif sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan daya listrik.