Tips Memilih Perumahan Murah Tanpa Dicurangi Penjual

Tips Memilih Perumahan Murah Tanpa Dicurangi Penjual. Apakah Anda berencana untuk tinggal di perumahan? Dalam memilih rumah di perumahan, Anda harus selektif. Begitu banyak tawaran perumahan murah dengan berbagai fasilitas yang diberikan. Pastikan bahwa fasilitas yang ditawarkan benar-benar ada. Ada beberapa kasus penipuan yang dilakukan oleh penjual rumah. Hal seperti ini tentu saja sangat merugikan bagi pembeli.

Perumahan Murah

Perumahan Murah

Agar terhindar dari berbagai penipuan, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat akan membeli rumah di perumahan incaran.

  1. Perhatikan Reputasi Developer

Anda harus memperhatikan bagaimana reputasi sang developer agar terhindar dari penipuan. Anda bisa mencari informasinya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa developer tersebut bertanggung jawab dan memiliki kinerja yang bagus.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui bahwa developer tersebut punya kinerja yang bagus? Caranya ialah dengan mengukur beberapa reputasinya:

  1. Cek Peruntukan Tanah termasuk mengenai izin yang diperolehnya.
  2. Jenis sarana dan prasarana yang diberikan
  3. Cek mengenai Sertifikat Hak Guna atas nama sang developer
  4. Adanya IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

 

  1. Tanyakan mengenai proses penyelesaian sertifikat

Umumnya, rumah di perumahan masih atas nama developer. Apabila Anda membeli rumah secara kredit, Anda harus menanyakan kapan sertifikat rumah dibalik nama ke pemilik baru. Jangan sampai hal ini tidak jelas waktunya, sehingga ketika sudah lunas sertifikat rumah belum menjadi milik Anda seutuhnya. Pastikan juga bahwa proses penyelesaian sertifikat ini tercantum di dalam surat perjanjian supaya kuat di mata hukum.

Jika sertifikat belum dibalik nama, ada beberapa dampak yang akan Anda terima:

  • Tidak bisa take over kredit

Apabila status sertifikat rumah belum memiliki SHM, kemungkinan besar bank akan menolak take over kredit.

  • Sulit jual rumah

Fungsi SHM sangat penting karena sebagai surat jaminan legalitas pemilikan tanah dan bangunan. Jika Anda jual rumah yang belum punya SHM, tentu hal ini akan sulit dilakukan. Sebab, calon pembeli pasti akan menanyakan adanya SHM pada rumah tersebut.

  1. Bayar DP setelah KPR Disetujui

Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan cara mencicil, sebaiknya jangan tergesa-gesa memberikan uang DP. Tunggu sampai ada keputusan bahwa pengajuan KPR disetujui oleh bank. Jangan beranggapan bahwa KPR pasti disetujui karena pengembang telah bekerja sama dengan bank tersebut.

Dalam menyetujui pengajuan KPR, bank tetap akan memeriksa riwayat kredit pembeli serta melakukan evaluasi kemampuannya dalam melakukan pelunasan. Jadi, jangan berasumsi bahwa setiap pengajuan KPR pasti diterima. Anggapan ini salah. Sebab, diterima tidaknya pengajuan KPR tetap berdasarkan pada kemampuan calon nasabah. Bila memiliki track record hutang yang buruk, kemungkinan diterima akan semakin kecil. Begitupun, sebaliknya.

Banyak pembeli rumah yang membayar DP di awal tanpa menunggu keputusan KPR. Setelah tahu bahwa pengajuan ditolak, uang DP sulit diambil karena berbagai alasan. Ada juga beberapa developer yang memberikan aturan uang DP yang ditarik kembali akan dikenakan sanksi potongan. Jika hal ini terjadi pada Anda, tentu akan membuat rugi.

  1. Lakukan AJB Sesegera Mungkin Setelah Rumah Jadi

AJB adalah akta jual beli. Surat ini menjadi bukti yang sah atas bahwa telah terjadi perpindahan status kepemilikan. Saat Anda membeli rumah melalui jasa pengembang, sebelum adanya AJB rumah dan tanah masih menjadi milik developer. Oleh sebab itu, segera urus AJB supaya kepemilikan berpindah ke tangan Anda secara sah di mata hukum.

Dalam pembuatan AJB, surat ini harus ditandatangani oleh kedua belah pihak yakni pembeli dan penjual yang disaksikan oleh PPAT. Kapan AJB ini bisa dibuat?

  1. Bila rumah telah selesai dibangun  atau siap huni.
  2. Pembayaran telah lunas
  3. Bila permohonan HGB (Hak Guna Bangunan) telah selesai diproses atas nama penjual.

Ketika akan melakukan AJB, PPAT akan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Melakukan pemeriksaan sertifikat ke PBN

PPAT akan memastikan bahwa tanah tidak dalam sengketa hukum, diblokir pihak lain, sebagai jaminan, atau hal lainnya. Jika ada catatan masalah pada tanah tersebut, maka pihak penjual harus mengatasinya terlebih dahulu sampai urusannya clear. Barulah, proses jual beli bisa dilakukan.

  • Segera Memberikan SPPT PBB dan Bukti Pembayaran

SPPT PBB perlu diserahkan untuk mengecek bahwa tidak ada keterlambatan biaya pajak.

  1. Segera Urus Status SHM

Sertifikat Hak Milik atau SHM memiliki fungsi yang amat penting. Biasanya, Anda akan mendapatkan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) terlebih dahulu. Setelah proses pembayaran lunas, Anda harus segera mengubah sertifikat ini menjadi SHM agar status kepemilikan rumah lebih kuat. Langkah ini dilakukan setelah AJB selesai dibuat.

Developer tidak bisa memiliki status SHM, namun hanya bisa mendapatkan HGB. Beberapa developer akan segera membantu mengurus peningkatan hak guna menjadi SHM. Namun, ada juga developer yang tidak memberikan layanan ini sehingga konsumen harus mengurusnya sendiri.

  1. Cek IMB

Semua bangunan wajib memiliki IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, pastikan kalau rumah yang ingin Anda beli sudah memiliki IMB. Sesuai dengan peraturan negara bahwa semua bangunan gedung di Indonesia harus memiliki izin.

Apabila tidak memiliki IMB, bisa saja bangunan disegel, tidak bisa dijadikan jaminan kredit bank, serta tidak bisa mengurus SHM. Jadi, kita harus punya IMB atas rumah yang kita miliki. Dalam IMB, ada beberapa informasi seperti jumlah lantai, detail teknis dan lain sebagainya.

  1. Jangan Lakukan Transaksi Jual Beli Bawah Tangan

Poin ini sangat penting untuk diperhatikan. Jual beli di bawah tangan maksudnya ialah jual beli berdasarkan atas kepercayaan, jadi tidak kuat di mata hukum. Sebaiknya, jangan lakukan hal ini agar tidak mendapatkan masalah di kemudian hari. Apabila Anda membeli rumah yang statusnya masih dijadikan agunan bank, Anda bisa melakukan pengalihan kredit dengan membuat AJB di depan notaris. Bila ada AJB, maka kekuatan hukum akan kuat. Tidak seperti kuitansi, bank tidak mengakui kekuatan bukti pembayaran ini.

Cara paling mudah untuk memiliki rumah ialah membeli perumahan murah melalui developer. Di beberapa kota besar terutama Jabodetabek, membangun rumah secara pribadi tidak mudah karena tingginya harga lahan. Akan lebih hemat apabila membelinya langsung dari developer. Selain mendapatkan keuntungan soal harga, Anda juga akan mendapatkan kemudahan berupa rumah di kawasan yang sudah jadi yang biasanya lokasinya cukup strategis.

Namun, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal-hal penting saat akan membeli perumahan mudah melalui jasa developer. Hal tersebut akan membantu Anda mendapatkan rumah sesuai impian. Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari aksi penipuan yang merugikan. Ingat, membeli rumah butuh dana yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, ketika melakukan proses jual beli, Anda harus memperhatikan hal-hal penting yang mendukung kepemilikan rumah secara legal.

Tips memilih perumahan murah tanpa dikurangi penjual di atas, semoga bisa membantu Anda. Dapatkan hunian yang nyaman dan murah untuk keluarga tercinta.